Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
MENEG LH Canangkan 3R Pengelolaan Sampah Bandung
Written by Eko Junaedy   
Friday, 08 December 2006
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mencanangkan pelaksanaan program 3R ("reduce, reused, recycle") sampah di Pasar Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

 
"Saya berharap program ini akan menjadi kesempatan emas bagi Bandung menjadi pionir pengelolaan sampah yang dapat dicontoh secara nasional," kata Rachmat dalam acara yang juga dihadiri Walikota Bandung Dada Rosada dan perwakilan Gubernur Jabar (Jawa Barat), Sekda Jabar Lek Laksamana.

Dalam program 3R pengelolaan sampah Kota Bandung, tim adhoc nasional yang beranggotakan tim daerah (Pemerintahan Kota Bandung, Cimahi, Pemerintahan Kabupaten Bandung, Pemerintahan Provinsi Jabar dan kalangan akademisi), tim pusat (Kementeriaan PPN/Kepala Bappenas, Departemen Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian ristek) menyusun program hingga tahun 2015.

Untuk jangka pendek 2006-2007, penanganan utama adalah sosialisasi 3R, dengan mengoptimalkan pengangkutan sampah, dan revitalisasi TPA (tempat pembuangan akhir) sampah Sarimukti.

Sementara tahap jangka menengah sampai 2009, pemerintah menargetkan program 3R dapat dilakukan di 30 persen wilayah Kota Bandung, pembangunan TPA regional, dan pengembangan pupuk organik.

Sedangkan untuk jangka panjang, tim menargetkan program 3R diterapkan pada 70 persen kawasan Kota Bandung dan melaksanakan proyek percontohan "waste to enegy" (sampah yang diolah menjadi energi).

Di Pasar Ciroyom sendiri, volume sampah mencapai 130 meter kubik per hari, sedangkan volume yang dapat diolah baru 40 meter kubik per hari.

"Sebenarnya masalah sampah adalah soal volume. Jadi perlu ada perubahan cara pikir dari kumpul, angkut, buang, menjadi kurangi, gunakan ulang, dan daur ulang," ujar Rachmat.

Ia melanjutkan dari program 3R yang paling penting untuk dilaksanakan masyarakat adalah mengurangi volume sampah. "Bagaimana caranya? Tentu dengan mengusahakan semaksimal mungkin menggunakan sampah untuk tujuan lain, seperti untuk pupuk kompos dan makanan hewan," katanya.

Rachmat juga mencermati program 3R sebenarnya sudah banyak diterapkan di rumah-rumah, namun ketika konteksnya menjadi kota atau propinsi, kebijakan pengelolaan sampah belum mengadopsi 3R.

Sementara itu Walikota Bandung Dada Rosada mengatakan pihaknya berencana membuat pengolahan sampah dari hasil pilahan sampah. "Saya berharap program 3R bisa menjadi transisi industrialisasi pengolahan sampah di Bandung supaya kejadian 41 hari darurat sampah di Bandung, tidak berulang." (L.E012*R016/B/I010)

Sumber : ANTARA NEWS 


Related News

  1. Bikin Kompos di Rumah
  2. Daur Ulang Ban Mobil Bekas, Untuk Pembangkit Listrik
  3. FISIP UI Pelopori Pemisahan Sampah
  4. Jangan Buang Sampah ke Luar Rumah
  5. Kota Bandung terancam menjadi Lautan Sampah