| Aksi Bersih untuk Hijau: Belajar Mengelola Sampah |
| Written by Eko Junaedy | |
| Friday, 15 December 2006 | |
|
Tak mudah mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah masing-masing. Masyarakat tampaknya memang lebih suka menyerahkan urusan sampah kepada petugas kebersihan.
Ke mana larinya sampah sepertinya bukan urusan kita. Padahal jika tidak dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber malapetaka. Sampah sudah menjadi masalah di berbagai kota. Tentu kita masih ingat pada bencana longsor di tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwigajah, Bandung, beberapa waktu lalu yang memakan korban jiwa, atau buruknya pemandangan kota di Jakarta dan Bandung karena sampah menumpuk di penjuru kota akibat ketiadaan petugas yang mengangkut sampah. Untuk meningkatkan kepedulian warga masyarakat terhadap kebersihan dan penghijauan melalui pengelolaan sampah, PT.Unilever Indonesia bekerjasama dengan harian Kompas, mengadakan program Aksi Bersih untuk HIjau, yang berlangsung Sabtu dan Minggu (16-17 Desember 2006) di Kridaloka, Senayan, Jakarta. Lewat program tersebut, masyarakat diajak untuk mempelajari pengelolaan sampah yang benar, bagaimana mengelola sampah organik menjadi kompos dan mengelola sampah non organik menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai jual. Peserta acara juga bisa mengajak seluruh anggota keluarganya untuk belejar mengelola sampah dan pelestarian lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Selain pameran dan talkshow, para peserta juga bisa menikmati hiburan, bahkan untuk anak-anak tersedia aneka stan permainan, mulai dari mewarnai gambar, permainan yang merangsang kreativitas hingga outbond. Diharapkan, tumbuh kesadaran dari masyarakat untuk mulai mengurangi produksi sampah. Karena sesungguhnya tanggung jawab pengelolaan sampah juga ada di tangan kita, sebab kita jualah yang memproduksi sampah. Sumber : Kompas Related News |
