| Warga Blokir Jalan Masuk TPA Batu Layang |
| Written by Eko Junaedy | |
| Sunday, 21 January 2007 | |
|
Puluhan warga, Senin (22/1) sejak pukul 7.00, memblokir Jalan Kebangkitan, yang merupakan akses masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang, di Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Pemblokiran ini dilakukan agar Pemerintah Kota Pontianak segera mengatasi pencemaran lingkungan akibat sampah yang tertumpuk di TPA tersebut.
Harry Daya, salah seorang perwakilan warga menyatakan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga karena aspirasinya tidak ditanggapi pemkot. Padahal dampak pencemaran lingkungan dari TPA Batu Layang sudah menyebabkan warga banyak yang menderita penyakit gatal-gatal kulit. Selain itu sumber air milik warga juga banyak yang tidak bisa lagi digunakan. Warga menuntut agar pemkot menyediakan fasilitas air bersih dari PDAM, membuat tanggul penahan rembesan air dari sampah di TPA, memperbaiki drainase di lingkungan itu, memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk sampah, serta memperbaiki penerangan jalan. Truk pengangkut yang melewati lingkungan itu diminta agar ditutup terpal sehingga sampah tidak berceceran di jalan dan menimbulkan bau tidak sedap. Warga juga menuntut agar pemkot memberikan pengobatan gratis kepada warga yang terserang penyakit kulit, mengganti rugi tanaman warga yang mati akibat pencemaran itu, serta menyediakan TPA baru di luar TPA Batu Layang. Akibat pemblokiran itu, belasan truk sampah terpaksa tidak beroperasi dan memarkir kendaraannya di lokasi Tugu Khatulistiwa, sambil menunggu jalan yang diblokir warga itu dibuka. Sekitar pukul 11.30, warga kembali membuka jalan itu setelah Wakil Wali Kota Pontianak Sutarmidji menemui mereka. Menurutnya, hampir semua tuntutan warga realistis dan bisa dipenuhi pemkot. Khusus untuk ganti rugi tanaman yang mati akibat pencemaran, pihaknya masih akan mengkaji terlebih dahulu. Sumber : Kompas Related News |
