| Penduduk ASEAN Tak Mengerti Tanggung Jawab Sosial Perusahaan |
| Written by Eko Junaedy | |
| Tuesday, 16 January 2007 | |
|
Sekitar 80 persen penduduk di sepuluh negara anggota ASEAN tidak mengerti pada konsep pengelolaan perusahaan yang menekankan tanggungjawab terhadap masyarakat di sekitarnya atau Corporate Social Responsibility (CSR). Akibatnya, arus informasi dari masyarakat bawah ke pimpinan perusahaan terhambat, sehingga upaya memperbaiki kinerja perusahaan menjadi lebih sulit.
Sekretaris Jenderal ASEAN Ong Keng Yong mengungkapkan hal tersebut saat membuka Seminar tentang Penatakelolaan Perusahaan dan Masyarakat yang Baik di Jakarta, Rabu (17/1). Menurut Ong, CSR merupakan konsep yang pernah dikembangkan oleh para ahli di Setjen ASEAN. Dengan konsep tersebut, pengusaha harus memiliki akuntabilitas dan transparansi dalam mengelola perusahaannya, melalui sikap menghormati terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan atau terhadap buruhnya sendiri. “Konsep ini tergolong cukup baru. Banyak penduduk yang belum tahu. Tidak hanya penduduk Indonesia, bahkan di Singapura. Kalau Anda menanyakan definisi CSR kepada penduduk Singapura, mungkin mereka akan menyebutkan Centre Singapore Road (CSR),” katanya. Ong mengatakan, CSR pun dapat diterapkan dalam lingkungan pemerintahan. Dalam kaitan ini, pemerintah harus menjaga dan melindungi masyarakat miskin yang sangat rentan terhadap perubahan ekonomi. “CSR masih harus disosialisasikan. Perusahaan kecil dan menengah, seperti toko-toko kecil di Jakarta atau di Hanoi, Vietnam harus mengerti bahwa mereka bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraann pekerjanya. Kalau gaji yang diterima terlalu kecil, maka mereka harus mencari cara agar gaji pekerjanya meningkat. Pola lama harus diubah, karena banyak perusahaan yang menjalankan perusahaan secara tradisional ratusan tahun lamanya,” katanya. Sumber : Kompas Related News |
