Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
Jakarta Jajaki Pengelolaan Sampah Secara Fermentasi
Written by Eko Junaedy   
Thursday, 25 January 2007
Dinas Kebersihan DKI Jakarta saat ini tengah menjajaki kemungkinan pengelolaan sampah dengan teknologi fermentasi sehingga memungkinkan sampah organik diolah menjadi pupuk.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, di Balaikota Jakarta, Kamis, menyatakan Pemprov DKI Jakarta baru mendapatkan tawaran untuk pembuatan mesin pengolahan sampah berbasis teknologi Jepang yang tidak menggunakan bahan bakar dalam pengoperasiannya.

 
"Tengah dibicarakan upaya pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi fermentasi. Jadi sampah diuapkan hingga kemudian menjadi pupuk, namun memang sampahnya haruslah organik," kata Eko usai bertemu dengan Sekda Provinsi DKI Jakarta.

Ia memaparkan sistem pengolahan sampah itu adalah dengan menggunakan jalur melalui ban berjalan. Untuk satu kali proses pengolahan dapat menampung 2,5 ton sampah dan dalam sehari dapat dilakukan tiga kali hingga empat kali pengolahan sehingga dalam sehari dapat menampung 10 ton sampah organik.

Dalam satu siklus, sampah organik itu dapat difermentasi hingga menjadi pupuk memakan waktu 25 hari. Proses fermentasi menggunakan air yang dipanaskan dan uapnya membantu proses fermentasi sampah.

Namun demikian Eko mengakui bila satu mesin dengan lebar 100 meter x 6 meter dan hanya mampu menampung 10 ton sampah organik perhari tidak akan mampu menyelesaikan masalah pengolahan sampah di Jakarta bila alatnya terbatas, sementara dalam satu hari Jakarta menghasilkan kurang lebih 6.000 ton sampah.

"Kalau alatnya cuma satu atau dua ya cukup sulit, belum lagi memerlukan lokasi yang luas. Sebetulnya cocok di kawasan yang lahannya masih banyak," ujarnya.

Saat ini, dengan jumlah penduduk sekitar 8,9 juta jiwa, DKI Jakarta menghasilkan sebanyak enam ribu ton sampah per hari yang terdiri atas 55,37 persen sampah organik dan 44,63 persen sampah an-organik.

Berdasarkan rencana induk pengelolaan sampah yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Kota Jakarta, dalam jangka waktu 1987-2005 seharusnya DKI memiliki dua buah stasiun peralihan sementara (SPA) besar, 13 SPA kecil yang diangkut menggunakan truk, selain itu di wilayah Barat terdapat TPA Ciangir di kawasan Tangerang dan di wilayah Timur terdapat TPA Bantargebang di kawasan Bekasi dengan sistem "Sanitary landfiil".

Data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, prediksi peningkatan volume sampah pada 2007-2008 akan mencapai 6.200 ton per hari. Dari angka itu 20 persennya yaitu 1.242 ton diharapkan dapat didaur ulang, empat persennya atau 246 ton dijadikan kompos, 23 persen atau 1.431 ton diolah di Intermediate Treatment Facility (ITF) dan 53 persennya atau 3.281 ton masih ditempatkan di TPA.

Sumber: Antara 


Related News

  1. 10 Titik Sampah di Jakarta Utara Dibersihkan
  2. 2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari
  3. 45 Ton Sampah dalam Sehari di Pekan Raya Jakarta
  4. 50 Juta Ton Per Thn, Sampah Elektronik Masuk PBB
  5. Akhirnya kita punya undang-undang pengelolaan sampah