Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
Kota Bandung terancam menjadi Lautan Sampah
Written by Eko Junaedy   
Friday, 30 March 2007
ImageJulukan Bandung "lautan sampah" tidak lama lagi akan kembali menjadi kenyataan bila upaya pembuangan sampah rumah tangga tidak ditangani serius oleh Pemkot Bandung yang kini terindikasi sekitar 70 persen tidak terangkut atau terbuang ke TPA sampah.

Dari hasil pantauan, tumpukan sampah yang tidak terangkut terus menggunung di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS), bahkan belakangan ini penumpukan sampah telah mencapai 70 persen dari total produksi sampah warga setiap harinya.

Tumpukan sampah diantaranya terjadi di bilangan Jalan Setia Budi, Gegerkalong, Cicaheum, Cisaranten, Jalan Moh Toha, Jalan Peta, Jalan Patrakomala dan di Jalan Titiran serta di beberapa lokasi kompleks perumahan.

Kondisi seperti itu dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi. Dia menjelaskan, tumpukan sampah yang tidak terangkut itu disebabkan jauhnya lokasi TPS dengan tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti.

Dikatakannya, jarak yang harus ditempuh menuju TPA Sarimukti mencapai empat kali lipat dibandingkan TPA Leuwigajah. "Saat TPA masih di Leuwigajah saja, sampah yang tak terangkut mencapai 35 - 40 persen. Karena itu, penumpukan sampah yang terjadi saat ini bisa mencapai 70 persen," ujar Edi.

Edi mengatakan,  persoalan penumpukan sampah selain disebabkan jauhnya jarak tempuh menuju TPA Sarimukti, juga disebabkan keterbatasan armada pengangkut sampah. "Idealnya  Kota Bandung memiliki 140 unit truk armada pengangkut sampah. Namun saat ini, hanya tersedia 70 unit truk," ujarnya.

Dari armada truk sampah yang ada itu, kata Edi, sekitar 50 persen diantaranya dalam kondisi rusak, oleh karena itu armada tersebut tidak  dapat digunakan secara optimal untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA Sarimukti.

"Apalagi jalan menuju TPA Sarimukti juga dalam kondisi rusak berat sehingga benar-benar menghambat laju armada pengangkut sampah dan mempercepat kerusakan truk sampah," ungkap Edi.

Menurut Edi, upaya jangka pendek yang akan dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah, yakni optimalisasi armada pengakut sampah.

"Bila perlu kami akan menyewa armada pengangkut sampah yang masih mengalami kekurangan dan peningkatan ritasi pengangkutan sampah hingga dua kali lipat," katanya.

Selain itu, kata Edi, pihaknya juga tengah mengupayakan penambahan sekitar 140 armada truk pengangkut sampah secara menyeluruh yang melibatkan pihak swasta.

"Jika kita lakukan penambahan armada itu sendirian, maka akan menggangu sektor lainnya karena anggaran kita yang terbatas, oleh karenanya perlu mengandeng swasta," tandas Edi.

Dalam kesempatan itu, Edi menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Jabar, Pemkab Bandung, dan Pemkot Cimahi, untuk membahas upaya perbaikan jalan menuju TPA Sarimukti, karena Pemkot Bandung tidak dapat memperbaiki sendiri jalan yang berada di wilayah lain tersebut.

Edi berharap dalam menanggulangi sampah itu ada peran serta dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat Kota Bandung. "Masyarakat diimbau untuk mengurangi produksi sampah setiap hari dan bila perlu harus bisa mengolah sampah sendiri," demikian Edi.

Sumber : Antara 


Related News

  1. 10 Titik Sampah di Jakarta Utara Dibersihkan
  2. 2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari
  3. 45 Ton Sampah dalam Sehari di Pekan Raya Jakarta
  4. 50 Juta Ton Per Thn, Sampah Elektronik Masuk PBB
  5. Akhirnya kita punya undang-undang pengelolaan sampah