| Dua Bupati Jadi Pionir Kompos Danamon Peduli |
| Written by Eko Junaedy | |
| Tuesday, 30 October 2007 | |
Bupati Sragen Untung Wiyono dan Bupati Bantul Idham Samawi akan mengadopsi konsep pengeloaan sampah pasar menjadi pupuk organik yang dikembangkan oleh Yayasan Danamon Peduli. Kedua Bupati setuju untuk melakukan proyek percontohan pengolahan sampah pasar di wilayah mereka.Untuk wilayah Sragen, proyek percontohan pengolahan sampah dilaksanakan di Pasar Bunder. Sedangkan, untuk wilayah Bantul, akan dilakukan di Pasar Bantul. Kerja sama ini tertuang dalam pembicaraan Danamon Peduli dengan Bupati Sragen dan Bupati Bantul pada 26-27 Oktober 2007. Proyek ini akan mulai dilaksanakan pada November 2007 untuk mengonversi 5 ton sampah menjadi 2 ton pupuk organik per hari di masing-masing pasar. Pada proyek pengolahan sampah pasar ini, pendanaan, teknologi dan pelatihan disediakan oleh Yayasan Danamon Peduli dan Balai Mitra Mandiri. Sedangkan koordinasi lokal, pengelolaan proyek serta kesinambungan program merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pengolahan sampah pasar terpadu ini tidak hanya mengataskan masalah sampah pasar tetapi juga dapat memberikan keuntungan tambahan bagi komunitas pasar tradisional. Rata-rata sampah pasar di Pasar Bunder dan Pasar Bantul berkisar antara 4-5 ton per hari. Jika sampah tersebut bisa menghasilkan 2 ton kompos per hari, dalam sebulan, keuntungan bersih yang bisa diperoleh pemerintah daerah adalah Rp10 juta dari satu pasar. ”Tinggal nanti disediakan lahan di pasar untuk tempat pengolahannya, tempat penjualan kompos, sekaligus displai tanaman hias yang perawatannya menggunakan kompos pasar,” jelas Risa Bhinekawati, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. Anggaran Rp 4 miliar Pada 2008 mendatang, Yayasan Danamon Peduli akan menganggarkan dana sekitar Rp 4 miliar untuk replikasi program pengolahan sampah di 66 kabupaten sebagai bagian dari program revitalisasi pasar tradisional melalui kegiatan ” Pasarku: Bersih, Sehat, Sejahtera” Program ini akan melibatkan cabang Bank Danamon di wilayah setempat sebagai wujud kepedulian Danamon dalam mencetak bankir yang memiliki kepedulian. Selain berkolaborasi dengan Bupati Sragen dan Bantul dalam pengolahan sampah pasar, di penghujung Oktober ini Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Wali Kota Yogyakarta dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) wilayah Yogyakarta menggelar Lomba Pasar Bersih tingkat provinsi DIY yang melibatkan 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Proses penilaian dilaksanakan mulai 10 September-10 Oktober 2007. Berdasarkan penilaian juri, Pasar Lempuyangan terpilih sebagai Juara I Lomba Pasar Bersih 2007. "Lomba Pasar Bersih akan kembali dilaksanakan tahun depan," demikian Risa Bhinekawati. Sumber : Kompas (*/prim) |

Bupati Sragen Untung Wiyono dan Bupati Bantul Idham Samawi akan mengadopsi konsep pengeloaan sampah pasar menjadi pupuk organik yang dikembangkan oleh Yayasan Danamon Peduli. Kedua Bupati setuju untuk melakukan proyek percontohan pengolahan sampah pasar di wilayah mereka.