Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
 

News

Pemerintah Akan Segera Batasi Produk Plastik
26 February 2009
article thumbnailPemerintah segera mengeluarkan peraturan tentang pembatasan produksi dan penggunaan produk plastik. Peraturan pemerintah turunan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah itu...

Articles

Limbah Elektronik Tebar Racun di Negara Berkembang

Tuesday, 24 June 2008 | Eko Junaedy

article thumbnailRevolusi teknologi mengubah dunia dengan beragam produksi perangkat canggih. Namun salah satu dampak yang sukar ditangani adalah sampah elektronik....
+ Full Story

Another Articles
Limbah Elektronik Tebar Racun di Negara Berkembang
Written by Eko Junaedy   
Tuesday, 24 June 2008

ImageRevolusi teknologi mengubah dunia dengan beragam produksi perangkat canggih. Namun salah satu dampak yang sukar ditangani adalah sampah elektronik. Menurut para ilmuwan lingkungan, selain pemanasan global, masalah sampah elektronik adalah yang paling mengancam planet bumi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, sekitar 20 sampai 50 juta ton sampah elektronik dihasilkan per tahunnya. Parahnya, 70 persen dari limbah itu dibuang di negara-negara miskin dan berkembang.

Adapun menurut studi lembaga lingkungan Greenpeace, pada tahun 2010 akan terjadi peningkatan ratusan persen jumlah sampah elektronik di negara berkembang. Ekspor limbah mudah terjadi karena lemahnya regulasi di negara -negara itu, semisal di China, Filipina atau Vietnam.

Efeknya pun amat buruk. Para pekerja yang ingin mendapat untung dari sisa-sisa elektronik terekspos racun dari tumpukan sampah. Demikian pula dengan alam sekitar jadi tercemar mengingat banyak bahan beracun dipakai dalam pembuatan perangkat elektronik.

Kritik pun berdatangan bahwa negara maju semacam Amerika Serikat, Uni Eropa atau Kanada tidak berbuat apa-apa meski masalah terus terjadi. Mereka terus saja membuang sampah elektronik ke negara lain.

"Amerika dan Kanada tetap mengekspor sampah komputer ke negara berkembang karena dalam hukum di sana, komputer bekas dianggap bukan limbah," ungkap Ibrahim Shafii, Technical Program Officer untuk Secretariat of the Basel Convention, perjanjian lingkungan mengenai limbah elektronik.

Solusinya, regulasi sampah elektronik dunia harus diperketat. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan soal bahaya sampah elektronik.

Dikutip dari detikINET


 

Climate Change

Dampak Perubahan Iklim

Friday, 11 July 2008 | Eko Junaedy

article thumbnailPerubahan iklim terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50-100 tahun....
+ More

Another News

Pendukung Piagam Bumi

Piagam Bumi

Related Info

FORLINK | DML Information Center
 
Library Catalog Online JPLH
We have 4 guests online