Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
Wawancara Pemenang Piala Lingkungan
Written by Budi Susilorini   
Monday, 21 June 2004
Kerja keras mengajarkan kebiasaan hidup bersih yang dimotivasi dengan penyelenggaraan PIALA LINGKUNGAN membuahkan hasil berupa Piala Lingkungan dan, yang lebih penting, sudah mulai tertanamnya kebiasaan hidup bersih di 54 sekolah yang tersebut di 5 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat. Berikut adalah petikan wawancara singkat dengan wakil dari sekolah-sekolah yang berhasil memenangkan Piala Lingkungan.

Bapak Hartoyo A., M.Pd.
(Kepala Sekolah SD Negeri 023 - Pemenang Piala Lingkungan Tingkat SD)

Pada 3 kali penilaian kegiatan PIALA LINGKUNGAN yang diselenggarakan pada tahun ajaran 2003 - 2004, sekolah ini mampu mempertahankan predikat sebagai sekolah dengan nilai tertinggi sehingga berhasil merebut Piala Lingkungan untuk tingkat SD. Ketika diwawancarai setelah penerimaan piala, Bapak Hartoyo berharap agar kegiatan Piala Lingkungan bisa berkelanjutan karena terbukti telah berhasil merangsang anak-anak untuk hidup bersih dan bisa menyiapkan mental yang lebih baik bagi anak-anak. Ia percaya bawa bila kecil kita sudah terbiasa hidup bersih, maka akan terbawa terus hinga dewasa karena manusia hidup berdasarkan pola. Ia juga mengungkapkan bahwa lingkungan yang bersih menunjang proses belajar-mengajar. Sebagai buktinya ia menyebutkan bahwa SD Negeri 023 merupakan salah satu sekolah yang berhasil 100% meluluskan siswanya pada ujian tahun ajaran 2003 - 2004.


Ibu Fransiska
(Koordinator Kebersihan SLTP W.R. Supratman Barong Tongkok - Pemenang Piala Lingkungan Tingkat SLTP)

Ibu Fransiska adalah guru yang ditugaskan khusus oleh Kepala Sekolah sebagai Koordinator Kebersihan dalam rangka kegiatan ini. Sama dengan SD Negeri 023 Karangan, SLTP W.R. Supratman Barong Tongkok mampu mempertahankan predikat sekolah dengan nilai tertinggi pada 3 kali penilaian dan memboyong Piala Lingkungan tingkat SLTP untuk tahun ajaran 2003 - 2004 ini. Ketika ditanya mengenai kunci keberhasilannya, Ibu Fransika menjelaskan bahwa keberhasilannya sangat ditentukan oleh gerakan yang dimulai oleh guru dan kepala sekolah; contoh/teladan dan kesabaran yang tinggi dari para guru; serta kreativitas bersama guru dan murid menciptakan sekolah yang bersih dan indah. Sebagai hasilnya, hidup bersih mulai menjadi kebiasaan di sekolah di mana para siswa tidak perlu diperintah lagi untuk menjaga kebersihan, terutama dalam hal membuang sampah, dan mulai tergerak untuk menanam bunga. Lebih lanjut ia berharap agar program ini bisa berkelanjutan, dimulai dari tingkat yang lebih awal (TK) dan melibatkan masyarakat lebih luas. (BS)

Related News

  1. ENVIRONMENT TALK 2004
  2. Environmental Awareness Program
  3. Mercury Awareness Program
  4. Piala Lingkungan