Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
Kayu dari Limbah Kertas
Written by Eko Junaedy   
Sunday, 13 October 2002
Jika biasanya dari batang kayu dibuat pulp untuk akhirnya menjadi kertas, maka sebuah penelitian di Jepang justru mengubah kertas menjadi kayu. Ide ini menarik untuk dicermati karena konsepnya sesungguhnya sangat sederhana. Jika dalam pembuatan kertas, zat lignin yang ada di kayu tadi dibuang, maka untuk mengubah kertas menjadi kayu tinggal mengembalikan kembali lignin tadi pada kertas daur ulang.

Ide untuk mengubah kertas menjadi kayu ini sebenarnya merupakan upaya memperpanjang usia pemanfaatan satu barang, sehingga bisa menghemat pemakaian bahan dari alam. Namun kertas tentu tidak bisa berkali-kali didaur ulang, karena lama-kelamaan seratnya menjadi pendek sehingga secara teknis tidak lagi bisa diapa-apakan. Sebagaimana disampaikan oleh Profesor Masamitsu Funaoka dari satu universitas di Jepang, apa yang sedang dikembangkannya itu adalah membuat semacam bahan baru yang mempunbyai sifat-sifat seperti kayu. Karena itulah, sebagaimana diungkap harian Jepang Yomiori Shimbun, diharapkan bahan tadi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti kayu.

Prinsipnya sederhana saja. Bayangkan beberapa lembar tisu basah kita letakkan secara bertumpuk. Kemudian peras airnya, maka yang tertinggal adalah segumpal serat-serat kertas. Serat-serat tersebut kemudian dicelupkan dan dilapisi suatu zat yang disebut lignin, yang akan memperkerasnya. Maka jadilah bahan baru, kayu buatan itu.

Lignin adalah zat yang bersama dengan selulosa dan bahan-bahan serat lainnya membentuk bagian utama dari sel tumbuhan. Kalau dianalogikan dengan bangunan, lignin dan serat-serat kayu itu mirip seperti beton dengan batang-batang besi penguat di dalamnya. Jadi lignin berfungsi seperti beton, yang memegang serat-serat yang berfungsi seperti batang besi pada tempatnya, sehingga membentuk struktur yang kuat.

Kayu buatan ini punya beberapa kelebihan antara lain sangat mudah dibentuk, karena bisa dicetak seperti plastik, namun tetap memiliki sifat fisik sebagai kayu.. Serat-serat tersebut dapat ditekan menjadi bentuk tertentu yang diinginkan sebelum memasukkannya ke dalam lignin. Jadi prosesnya bahan serat ini dibentuk dulu baru kemudian ditambahkan lignin.

Bahan kayu buatan ini bersifat biodegradable, atau dapat diuraikan oleh bakteri, karena memang tersusun dari zat-zat yang sama seperti kayu alamiah. Jadi bahan ini ramah terhadap lingkungan. Lalu mengenai kekuatan kayu tersebut. Funaoka, mengatakan kayu buatan ini dapat diatur kekuatannya, tergantung jumlah jumlah lignin yang ditambahkan.

Ide dari Jepang ini layak dikaji oleh ahli-ahli teknik kimia atau ahli kehuatanan kita, karena sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Jika kayu buatan dari limbah kertas ini bisa dikembangkan dengan baik, boleh jadi perusakan hutan bisa dihentikan, paling tidak dikurangi.

Related News

  1. 10 Titik Sampah di Jakarta Utara Dibersihkan
  2. 2007, Timbunan Sampah Jakarta Maksimal 6.000 Ton/Hari
  3. 45 Ton Sampah dalam Sehari di Pekan Raya Jakarta
  4. 50 Juta Ton Per Thn, Sampah Elektronik Masuk PBB
  5. Akhirnya kita punya undang-undang pengelolaan sampah