Upcoming Agenda

Sorry, no events to display
Gempa Goncang Jogja
Written by Eko Junaedy   
Friday, 26 May 2006
TrulyYogya.Com -- Setelah fenomena gunung Meraspi, gempa berkekuatan 5,9 SR terjadi di Jogja dan sekitarnya pagi ini, Sabtu (27/5) pukul 5.53 WIB. Gempa berada pada koordinat 8,2 LS dan 110 BT, berpusat di 37,6 km dengan kedalaman 33 km di bawah permukaan laut.

Gempa yang dinyatakan terkuat dalam jangka waktu 5 tahun ini menghancurkan sebagian besar bangunan di daerah Bantul dan Kotagede. Ratusan rumah rata dengan tanah, serta bangunan-bangunan perkantoran dan pertokoan juga banyak yang hancur. Salah satunya gedung STIE Kerjasama yang kedua gedungnya tampak nyaris roboh.

Selain itu, beberapa bangunan bersejarah tampak hancur. Sebut saja Pojok Benteng, Manuk Beri, Warung Bata, dan Sumur Gumantung. Tugu Jogja yang menjadi salah satu simbol kota Jogja hanya mengalami kerusakan kecil, begitu pula dengan Panggung Krapyak yang merupakan salah satu dari poros sakral Jogja.

Ini mengakibatkan munculnya banyak korban, baik materi maupun jiwa. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada pukul 15.00 WIB, tercatat dari 4 rumah sakit besar di Jogja, korban tewas sebanyak 57 orang (RS dr. Sardjito), 89 orang (RS Panti Rapih), 89 (RS Bethesda), dan 56 (RS. PKU MUhamadiyah).

Di Bantul sendiri tercatat 1.129 orang tewas, 750 orang luka berat, dan 550 luka ringan. Sekolah, pertokoan, dan perkantoran diliburkan akibat bencana yang telah terjadi. Di sepanjang Jl. Parangtritis dan Jl. Bantul, tampak warga menunggu di muka rumah, selain karena rumah mereka yang telah hancur, mereka juga khawatir akan munculnya gempa susulan. Beberapa tenda darurat dari Departemen Sosial telah tampak berdiri di lokasi bencana.

Gempa yang menggoncang selama beberapa menit ini sempat membuat warga panik, terlebih dengan munculnya isu tsunami dan gunung Merapi meletus. Banyak warga yang berduyun-duyun menuju daerah utara untuk menyelamatkan diri. Ini sempat menyebabkan kemacetan di ruas-ruas jalan utama di Jogja.

Di daerah Sleman bagian utara sendiri, gempa tidak mengakibatkan kerusakan separah di Bantul. Bangunan tak banyak yang hancur dan kehidupan berjalan seperti biasa. Kepanikan yang terjadi pun tak terlalu menjadi-jadi. Plaza Ambarukmo - yang akan dibuka secara resmi pada tanggal 2 Juni mendatang - dan Saphir Square merupakan 2 pusat pertokoan yang relatif baru, tampak rusak akibat gempa. Bandara Adisutjipto pun terpaksa ditutup akibat kerusakan yang terjadi pada sebagian besar bangunannya. Penerbangan ke Jogja otomatis terhenti, dan dialihkan ke kota lain di sekitarnya. (fit)