Berita

Berkat Laut dan Awan, Indonesia Aman dari Gelombang Panas

Indonesia memiliki kondisi geografis unik yang membantu negara ini terhindar dari gelombang panas ekstrem yang sering melanda banyak negara lain. Profesor Riset Bidang Meteorologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan, menjelaskan bahwa negara-negara yang rentan terhadap gelombang panas, seperti India, Thailand, Brazil, dan negara-negara di Afrika, biasanya didominasi oleh daratan. Sementara itu, Indonesia dianugerahi langit yang berawan hampir setiap hari dan dua pertiga wilayahnya adalah laut.

Geografi yang Menguntungkan

Menurut Eddy, sifat laut yang lambat dalam menerima dan mengeluarkan panas berperan penting dalam melindungi Indonesia dari gelombang panas ekstrem. “Indonesia adalah kawasan yang dua pertiganya didominasi oleh lautan, dan sepertiganya daratan. Di mana sifat laut adalah lambat menerima panas dan mengeluarkan panas, sedangkan daratan itu lebih cepat menerima dan mengeluarkan panas,” ujar Eddy dalam Youtube BRIN yang dipantau pada Jumat (24/5/2024).

Dampak Musim Panas

Musim panas dapat menyebabkan peningkatan suhu yang drastis, berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan aktivitas sehari-hari manusia. Meskipun Indonesia relatif aman dari gelombang panas, masyarakat tetap akan menghadapi cuaca panas hingga pertengahan tahun. Di kawasan barat Indonesia dan Pantai Utara Pulau Jawa, kondisi panas dimulai sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli 2024. Sementara itu, di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa Timur, dan beberapa wilayah lainnya, kondisi panas diperkirakan terus berlanjut.

Tips Menghadapi Cuaca Panas

Eddy memberikan beberapa tips untuk menghadapi cuaca panas:

  1. Asupan Air yang Cukup: Pastikan tubuh mendapatkan asupan air yang cukup.
  2. Hindari Minum Air Dingin: Hindari minum air dingin karena perubahan suhu yang drastis dapat mengganggu kesehatan.
  3. Persiapan di Sentra Pangan: Debit air mungkin akan berkurang tapi tidak permanen, sehingga masyarakat lokal harus mempersiapkan diri.
  4. Hindari Matahari Langsung: Usahakan untuk tidak berhadapan langsung dengan matahari, terutama pada siang hari karena sinar UV sangat kuat.

Kesiapan dan Penelitian Lebih Lanjut

Eddy menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena Indonesia relatif aman dari gelombang panas. Namun, kajian ilmiah harus lebih mendalam, termasuk penggunaan teknologi remote sensing untuk melihat titik-titik panas dan membuat prediksi kapan gelombang panas mencapai puncaknya di Indonesia.

Dengan memanfaatkan kondisi geografis yang menguntungkan dan melakukan persiapan yang tepat, Indonesia dapat tetap aman dan siap menghadapi tantangan cuaca panas di masa mendatang.

Konten Terkait

Back to top button