Berita

Cegah Kebakaran TPA, Pemilahan Sampah Perlu Dilakukan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pemilahan sampah di masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) hanya menampung residu dan mencegah terjadinya kebakaran. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, dalam pertemuan pembaruan pengelolaan sampah, limbah, dan B3 pada Selasa, 2 Juli 2024.

Vivien menekankan bahwa pengelolaan sampah saat ini tidak hanya sebatas mengumpulkan, mengangkut, dan membuang, tetapi harus dikelola secara menyeluruh dari hulu ke hilir. “Intinya adalah TPA hanya menjadi tempat pembuangan residu, ini yang perlu diperhatikan oleh teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup,” kata Vivien, seperti dilansir Antara.

Menghindari Kebakaran di TPA

Vivien mengingatkan kembali kejadian kebakaran di 35 TPA pada tahun 2023 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak. Kebakaran tersebut disebabkan oleh pengabaian dalam pengelolaan sampah yang menghasilkan gas metana, yang dapat memicu kebakaran. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup, untuk menggalakkan pemilahan sampah dari rumah dan mendukung bank sampah serta tempat pengelolaan sampah (TPS3R) sebagai pusat pemrosesan sampah terpilah di wilayah masing-masing.

Langkah ini juga dilakukan untuk mencapai target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada tahun 2025. Vivien juga mendorong para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendukung upaya pengelolaan sampah.

Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Sampah

Beberapa contoh teknologi yang dapat digunakan termasuk pemanfaatan gas metana untuk listrik dan teknologi refused derived fuel (RDF) yang menggunakan sampah sebagai bahan bakar alternatif untuk menghasilkan energi. “Semua ini harus melibatkan pemerintah daerah dan dunia usaha,” kata Vivien.

Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, hingga tahun 2023 terdapat total 26,13 juta ton timbulan sampah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33,77 persen masih belum terkelola dengan baik.

Dengan pemilahan sampah yang lebih efektif dan penggunaan teknologi yang tepat, diharapkan pengelolaan sampah di Indonesia dapat ditingkatkan, mengurangi risiko kebakaran di TPA, dan mencapai target pengelolaan sampah yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

sumber :

https://lestari.kompas.com/read/2024/07/03/080000486/cegah-kebakaran-tpa-pemilahan-sampah-perlu-dilakukan

Konten Terkait

Back to top button