Berita

DKI Jakarta Perbanyak Stasiun Pemantauan Kualitas Udara untuk Identifikasi Sumber Polusi

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tengah memperbanyak Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) untuk lebih efektif mengidentifikasi sumber polusi udara di ibu kota. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan masalah polusi udara dapat dilakukan secara maksimal.

“Kami optimis bisa terus memperbaiki kualitas udara demi kesehatan dan kenyamanan seluruh warga Jakarta,” kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Rabu.

Menurut Asep, dalam jangka panjang, DLH berencana untuk meningkatkan jumlah titik pemantauan kualitas udara di seluruh wilayah Jakarta. Data dari pemantauan tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi sumber utama polusi dan mengambil tindakan yang lebih efektif.

Saat ini, DLH DKI Jakarta telah memiliki 31 unit SPKU yang tersebar di berbagai lokasi, seperti Bundaran HI, Kelapa Gading, Cilangkap, Penjaringan, dan Kota Tua.

Asep juga mengajak warga Jakarta untuk mendukung inisiatif pemerintah dengan menggunakan transportasi umum dan menjaga lingkungan sekitar, misalnya dengan tidak membakar sampah di tempat terbuka. Dengan kerja sama semua pihak, kualitas udara Jakarta yang lebih bersih dapat dicapai.

DLH DKI Jakarta juga terus menggalakkan penggunaan transportasi umum, memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap industri, serta melanjutkan pembatasan kendaraan dengan skema ganjil-genap. Selain itu, uji emisi kendaraan dan rekayasa cuaca akan terus dioptimalkan untuk menjaga kualitas udara di Jakarta.

Pada Rabu sore jam 17.00 WIB, kualitas udara Jakarta menurut situs pemantau udara IQAir berada pada peringkat ke-26 dunia dengan Indeks Kualitas Udara di angka 69, yang masuk dalam kategori sedang.

sumber :

https://www.antaranews.com/berita/4169259/dki-perbanyak-stasiun-pemantauan-kualitas-udara?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category

Konten Terkait

Back to top button