Berita

DLH Mataram tetapkan target retribusi sampah Rp14 miliar

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menetapkan target pendapatan yang berasal dari retribusi sampah tahun 2024 sebesar Rp14 miliar atau naik dari tahun 2023 yaitu sebesar Rp10 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H. Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Senin, mengatakan, bahwa kenaikan retribusi sampah tahun ini seiring dengan adanya penetapan revisi kenaikan tarif retribusi sampah.

“Selain itu, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) modern yang berlokasi di Sandubaya ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Mei 2024 sehingga dapat menjadi potensi baru sumber pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Pasalnya, sampah yang masuk ke kawasan TPST akan diolah menjadi barang bernilai ekonomi atau dijual agar dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah.

Sejumlah program yang telah disiapkan di TPST Sandubaya untuk menjadi sumber pendapatan daerah adalah budi daya maggot dengan target awal 8.000 biopond.

Ia juga menjelaskan, sampah organik sisa makanan hasil pemilahan di TPST, akan langsung digiling hingga menjadi bubur kemudian dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

“Produksi maggot baik maggot kering maupun basah bisa dijual kepada peternak ikan dan unggas,” katanya.

Selain itu, sampah organik juga akan diolah menjadi kompos dan pupuk cair yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk program pemanfaatan pekarangan.

TPST Sandubaya juga akan dilengkapi dengan mesin pengolahan sampah plastik khususnya kantong kresek. Limbah kantong kresek akan diolah menjadi batako dan dapat jual atau dimanfaatkan untuk jalan lingkungan sehingga dapat mengurangi anggaran pemerintah daerah.

“Sementara untuk sampah plastik lainnya seperti┬ábotol, gelas air mineral dan lainnya, bisa langsung dijual di bank sampah,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Denny, keberadaan TPST modern bisa mereduksi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Lombok Barat.

Selain itu, Pemerintah Kota Mataram juga bisa mengurangi anggaran kompensasi jasa pelayanan (KJP) ke TPA yang saat ini sebesar Rp2,8 miliar per tahun.

“Jika TPST Sandubaya mulai beroperasi, KPJ itu bisa kita kurangi dan TPST Sadubaya ini akan dioptimalkan sebagai sumber PAD baru,” katanya.

sumber: https://www.antaranews.com/berita/3948714/dlh-mataram-tetapkan-target-retribusi-sampah-rp14-miliar

Konten Terkait

Back to top button