Konferensi

Green Economy Expo 2024

Pemerintah Indonesia telah menetapkan ekonomi hijau sebagai upaya penerapan transformasi ekonomi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Transformasi Ekonomi Hijau didukung oleh Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih awal. Intervensi ekonomi hijau melalui Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim menawarkan realisasi rata-rata pertumbuhan PDB negara pada tahun 2025-2045 sebesar 6,22%. Ekonomi Hijau juga akan memberikan batu loncatan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan target net zero emission dengan cara yang nyata dan sistematis yang berkontribusi terhadap masa depan dunia yang lebih baik serta mewujudkan Visi Indonesia 2045 sebagai “Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan”.

Dalam merealisasikan ekonomi hijau, implementasi pembangunan yang rendah karbon menjadi mutlak, untuk dapat mengurangi dampak negatif dari pembangunan ekonomi yang ekstraktif. Selain itu, penerapan ekonomi sirkular juga menjadi paradigma yang fundamental, dengan penekanan pada efisiensi sumber daya, mengurangi timbulan limbah dan emisi gas rumah kaca, dengan perluasan kebijakan menuju 10R (refuse, rethink, reduce, reuse recycle, repair, refurbish, remanufacture, Repurpose, recycle, and recover).

Dukungan seluruh pihak dalam mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi dan inovasi yang dapat mempercepat implementasi transisi pembangunan menuju ekonomi hijau dan ekonomi sirkular sangat diperlukan. Berbagai inisiasi telah dilakukan, baik dari sisi pemerintah yang terus mengembangkan regulasi, kebijakan dan enabling conditions, maupun dari inisiasi dari pihak swasta dan masyarakat yang perlu terus didorong dan diperkuat, sehingga terbangun ekosistem yang komprehensif dan kuat melalui kolaborasi multipihak. Seringkali, teknologi dan inovasi yang telah ada masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya diketahui oleh pihak yang membutuhkan, serta masih diperlukan dukungan dalam hal pengembangan menuju skala yang lebih berdampak (impactful).

Guna memfasilitasi seluruh pihak untuk dapat berdiskusi dan berkolaborasi langsung terkait teknologi dan inovasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bermaksud menyelenggarakan Expo dan Conference yang berjudul “Green Economy Expo: Advancing Technology, Innovation, and Circularity.”

Pendaftaran
Back to top button