Berita

Indonesia Berhasil Restorasi 5,5 Juta Hektare Lahan Gambut, Patahkan Mitos Degradasi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mematahkan mitos bahwa lahan gambut yang terdegradasi tidak bisa dipulihkan. Hingga saat ini, sebanyak 5,5 juta hektare lahan gambut telah berhasil direstorasi.

“Selama 10 tahun terakhir, kami berhasil mematahkan mitos bahwa gambut tidak bisa dipulihkan,” ujar Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro, dalam sebuah diskusi daring yang dipantau dari Jakarta pada Rabu.

Dalam diskusi yang membahas tata kelola dan restorasi gambut, Sigit mengungkapkan bahwa Indonesia pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat dalam beberapa periode, termasuk pada tahun 2015 yang melibatkan area seluas 2,6 juta hektare.

Menanggapi hal tersebut, selama 10 tahun terakhir, Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan strategi pencegahan sekaligus pemulihan ekosistem gambut yang rusak. Tindakan hukum juga diambil terhadap individu dan korporasi yang terbukti terlibat dalam kerusakan ekosistem gambut di Tanah Air.

Hingga tahun 2023, KLHK telah melakukan inventarisasi pada 300 unit Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan luas mencapai 15,42 juta hektare dari total 24,67 juta hektare, atau 63 persen dari keseluruhan KHG.

“Kami juga telah melakukan pemulihan ekosistem gambut, terutama secara hidrologis di daerah konsesi, mencakup 3,9 juta hektare yang tersebar di 73 hutan tanaman industri dan 259 perkebunan kelapa sawit,” jelas Sigit.

Selain itu, pemerintah melakukan pemulihan di area luar konsesi melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut yang berkolaborasi dengan 272 desa, mencakup area pembasahan gambut seluas 51 ribu hektare hingga tahun 2023.

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) juga melaporkan telah merestorasi 1,6 juta hektare hingga tahun 2023. Dengan demikian, total ekosistem gambut yang berhasil dipulihkan mencapai 5,5 juta hektare.

“Selama 10 tahun ini, kita telah berhasil mematahkan mitos bahwa ekosistem gambut tidak bisa dipulihkan,” kata Sigit Reliantoro.

sumber :

https://www.antaranews.com/berita/4158123/klhk-ri-patahkan-mitos-dengan-restorasi-gambut-55-juta-hektare

Konten Terkait

Back to top button