Berita

Indonesia Perkuat Daur Ulang Plastik PET dalam Upaya Pengelolaan Sampah

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah plastik, yang mencapai 67,8 juta ton pada tahun 2020, dengan plastik menyumbang 15% dari total sampah. Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, Le Minerale, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) meluncurkan pilot project Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk mengangkat tingkat daur ulang plastik PET nasional yang saat ini masih di bawah 20%.

Plastik PET, dikenal karena kualitas dan nilai ekonominya yang tinggi, menjadi fokus utama dalam proyek ini karena perannya yang penting dalam ekonomi sirkular. Kolaborasi antara Le Minerale, ADUPI, dan IPI menunjukkan komitmen bersama untuk tidak hanya mendukung keamanan pangan dan sirkular ekosistem, tetapi juga untuk meningkatkan edukasi pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menyatakan dukungan penuh terhadap pendekatan multi stakeholder dalam mendorong ekonomi sirkular di tingkat nasional. “Indonesia memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan zero waste, teknologi canggih, dan ekonomi sirkular untuk mengatasi masalah sampah secara efektif,” ujar Vivien dalam konferensi pers virtual.

Menurut Ronald Atmadja, Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, kerjasama ini diharapkan akan membuka peluang lebih luas untuk pengelolaan sampah yang sinergis dan bermanfaat. Le Minerale sendiri berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan yang menguntungkan semua pihak dengan tetap mengutamakan aspek keamanan, kesehatan, dan lingkungan.

Christine Halim, Ketua Umum ADUPI, menambahkan bahwa industri daur ulang membutuhkan pasokan plastik PET yang besar. “Permintaan PET terus meningkat, bahkan selama pandemi, dengan tren ekspor yang juga naik. Pengelolaan plastik sekali pakai tidak menjadi masalah jika dikelola dengan sistem ekonomi sirkular yang efisien,” jelas Christine.

Prispolly Lengkong, Ketua Umum IPI, mengungkapkan bahwa kerjasama ini telah membantu meningkatkan kesejahteraan pemulung di Indonesia, yang berperan penting dalam pengumpulan sampah plastik untuk daur ulang. “Inisiatif ini membuktikan sinergi yang kuat antara produsen dan pelaku di lapangan, serta meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik,” papar Prispolly.

Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang bisa diadopsi lebih luas, memastikan plastik PET kembali ke dalam ekonomi sirkular dan mengurangi beban lingkungan secara signifikan.
sumber :
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4489825/tingkatkan-serapan-daur-ulang-plastik-pet-untuk-kelola-sampah-plastik

Konten Terkait

Back to top button