Berita

Lautan Sampah di Sungai Citarum yang Disebut “The New Ocean Rubbish”

Lautan sampah membentang sepanjang 3 kilometer di aliran Sungai Citarum, tepatnya di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Kondisi ini terlihat sangat jelas di Jembatan Callender Hamilton, yang biasa disebut oleh warga sebagai Jembatan Babakan Sapan (BBS), pada Rabu pagi, 12 Juni 2024. Sungai Citarum, yang sudah lama menjadi perhatian karena pencemarannya, kali ini kembali menjadi sorotan, terutama oleh Pandawara Group, sebuah kelompok anak muda yang sangat peduli dengan lingkungan.

Pandawara Group, melalui akun media sosial mereka, menyoroti kondisi memprihatinkan sungai ini dengan julukan “The new ocean rubbish” atau “lautan sampah yang baru.” Unggahan di akun Instagram mereka, @pandawaragroup, dengan tulisan, “Ladies and gentlemen, please welcome ‘The new ocean rubbish’,” menggambarkan betapa parahnya kondisi pencemaran di Sungai Citarum. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa sampah menutup lapisan air sepanjang mata memandang, dari ujung aliran sungai hingga muara di Waduk Saguling.

Sampah-sampah yang memenuhi sungai ini berasal dari berbagai wilayah, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Semua sampah ini hanyut terbawa arus hingga menumpuk di satu lokasi. Dominasi sampah plastik, yang mencapai sekitar 60 persen, berasal dari sampah rumah tangga, menjadikan situasi semakin parah. Selain sampah plastik, limbah kain, furnitur bekas, dan gulma eceng gondok juga terlihat memenuhi permukaan air Sungai Citarum.

Sampah

Kondisi ini tidak hanya menjadi masalah lingkungan tetapi juga ekonomi. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, terutama di kawasan Cihampelas dan Batujajar, mencoba memanfaatkan situasi ini untuk mencari penghasilan tambahan. Mereka memungut sampah plastik yang masih bisa didaur ulang dengan menyusuri lautan sampah menggunakan perahu kayu. Sampah plastik bernilai tinggi kemudian dijual ke pengepul untuk mendapatkan uang.

Namun, setelah video kondisi sungai yang penuh sampah ini viral di media sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum langsung bertindak. Petugas dikerahkan untuk mengangkat sampah dari badan sungai. Menurut perkiraan, tumpukan sampah yang ada di kawasan tersebut bisa dibersihkan dalam waktu sekitar satu minggu, dengan total sampah yang diangkut mencapai sekitar 100 ton.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat telah melakukan pengukuran terhadap luasan sampah yang membentang di sungai tersebut. Kepala DLH Jawa Barat, Prima Mayaningtyas, menyatakan bahwa sampah menutupi sepanjang kurang lebih 3 kilometer dengan lebar badan sungai sekitar 60 meter. Menggunakan densitas air 0,47 kilogram per meter kubik, diperkirakan tonase sampah yang memenuhi sungai mencapai sekitar 100 hingga 200 ton. “Jika dihitung panjangnya ini, 3 kilometer dengan lebar 60 meter. Kita hitung pakai densitas air 0,47 kilogram per meter kubik. Kurang lebih kalau dihitung tonase (sampah) walaupun enggak persis, mungkin sekitar 100 sampai 200 ton,” jelas Prima Mayaningtyas saat ditemui di Sungai Citarum pada Rabu.

Dari ratusan ton sampah yang memenuhi permukaan Sungai Citarum itu, mayoritas atau sekitar 60 persen merupakan sampah plastik bekas bungkus makanan. Hal ini menunjukkan tingginya konsumsi dan rendahnya pengelolaan sampah plastik di wilayah ini. Keadaan ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah pencemaran sungai yang sudah kronis dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sumber:

https://bandung.kompas.com/read/2024/06/12/132228878/penampakan-lautan-sampah-di-sungai-citarum-yang-disebut-the-new-ocean

Konten Terkait

Back to top button