Berita

Menteri LHK: Indonesia Raih Prestasi Luar Biasa dalam Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengumumkan prestasi luar biasa yang diraih oleh Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam beberapa tahun terakhir. Prestasi ini mendapat pengakuan dari berbagai negara termasuk Norwegia.

Menurut Menteri Siti Nurbaya, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen yang kuat dari Indonesia. “Ini prestasi yang sangat baik sebetulnya, yang tidak mudah dicapai dan tidak semua negara juga bisa,” ujar Menteri Siti Nurbaya usai pertemuan dengan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Giverin, di Kantor Kementerian LHK.

Indonesia dan Norwegia telah memulai proses pendanaan keempat dari hasil kontribusi penurunan emisi GRK yang terjadi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (forestry and other land use/FOLU). Pendanaan sebelumnya sudah dilakukan pada tahun 2022, 2023, dan yang terakhir pada Januari lalu dengan jumlah sekitar 156 juta dolar AS atau sekitar Rp2,4 triliun.

Pada periode 2018-2020, Indonesia berhasil mencapai penurunan emisi GRK sebesar 577 juta ton setara karbon dioksida. Menteri Siti Nurbaya menyebut pencapaian ini sebagai luar biasa dan menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Pemerintah Norwegia telah berencana untuk mengundang Indonesia untuk menjelaskan contoh-contoh dari langkah nyata yang dilakukan dalam mencapai pengurangan emisi GRK di sektor FOLU. Salah satu faktor yang turut berkontribusi adalah inisiasi dan implementasi program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang bertujuan menjadikan kondisi di mana emisi GRK terserap seimbang atau lebih besar dari pada yang dihasilkan pada tahun 2030.

Menteri Siti Nurbaya menegaskan pentingnya kelanjutan program ini. “Indonesia cukup berhasil dengan metode yang ada, dengan sistem kerja yang ada, yang kita sebut FOLU Net Sink 2030 maka pilihannya tidak ada yang lain kecuali pekerjaannya dilanjutkan. Jadi ini memang musti kita teruskan dan sistem yang sudah ada saya berharap nanti akan dilanjutkan menteri yang akan datang,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Norwegia telah menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung penurunan emisi GRK di sektor FOLU pada tahun 2022. Kerja sama ini meliputi pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, peningkatan kapasitas untuk memperkuat penyerapan karbon, pengurangan emisi dari kerusakan gambut, penguatan penegakan hukum, serta pertukaran pengetahuan dan informasi di tingkat teknis.

sumber: https://www.antaranews.com/berita/3960153/menteri-lhk-indonesia-capai-prestasi-luar-biasa-turunkan-emisi-grk

Konten Terkait

Back to top button