Berita

Menteri LHK Pimpin Penanaman Mangrove Serentak di Seluruh Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, memimpin aksi Penanaman Mangrove Serentak dari Kawasan Ekowisata Mangrove Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penanaman ini dilakukan serentak di 25 lokasi di 23 provinsi seluruh Indonesia, dengan total 25.000 batang mangrove ditanam.

Tujuan Penanaman Mangrove

Menteri Siti menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini bertujuan untuk mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Ia menekankan pentingnya penanaman pohon dalam meningkatkan daya dukung alam terhadap perubahan iklim dan sebagai langkah restorasi lingkungan yang positif.

“Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim,” ujar Menteri Siti. “Selain itu, ini juga menciptakan warisan bagi generasi mendatang.”

Keterlibatan Masyarakat dan Penghasilan

Menteri Siti menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan, termasuk penanaman pohon yang juga harus mampu meningkatkan penghasilan masyarakat. “Mengatasi perubahan iklim dengan menanam pohon harus sejalan dengan upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Kerja saja tidak cukup, tetapi harus bekerja dan berpenghasilan,” jelasnya.

Komitmen Indonesia terhadap Penurunan Emisi

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Menteri Siti juga menyebutkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan musim penghujan dalam penanaman pohon serentak tahun 2023-2024.

Ajak Semua Pihak Berkontribusi

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti mengajak aparat, pemimpin bisnis, aktivis, pemangku kepentingan, dan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim dengan menanam pohon.

Pengelolaan Ekosistem Mangrove

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah membangun tata kelola ekosistem mangrove. Terdapat Roadmap Rehabilitasi Mangrove Nasional Tahun 2021-2030 dan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang sedang dalam proses penyelesaian.

Lokasi Penanaman

Penanaman serentak dilakukan di 25 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk:

  • Ekowisata Mangrove Penjaringan (Jakarta) dipimpin oleh Menteri LHK.
  • Dumai (Riau) dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dan Kepala BP2SDM.
  • Karawang (Jawa Barat) dipimpin oleh Inspektur Jenderal.
  • Jayapura (Papua) dipimpin oleh Dirjen PKTL.
  • Brebes (Jawa Tengah) dipimpin oleh Dirjen KSDAE.
  • Pasuruan (Jawa Timur) dipimpin oleh Dirjen PHL.
  • Pangandaran (Jawa Barat) dipimpin oleh Dirjen PPKL.
  • Tanjung Jabung Timur (Jambi) dipimpin oleh Dirjen PSLB3.
  • Probolinggo (Jawa Timur) dipimpin oleh Dirjen PPI.
  • Padang (Sumatra Barat) dipimpin oleh Dirjen PSKL.
  • Kota Ambon (Maluku) dipimpin oleh Dirjen PHLHK.
  • Tangerang (Banten) dipimpin oleh Kapus P3E Jawa.
  • Lombok Barat (NTB) dipimpin oleh Kepala BSI.

Penanaman mangrove serentak ini merupakan bulan kelima dari rangkaian penanaman selama musim penghujan, menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menjaga dan memulihkan ekosistem alam demi masa depan yang lebih baik.

Konten Terkait

Back to top button