Seminar

Nusantara Ocean Week

Indonesia memiliki kekayaan budaya maritim yang tak ternilai. Warisan ini terlihat jelas dalam koleksi berbagai museum seperti Museum Bahari dan Museum Nasional Indonesia, yang saat ini sedang dalam tahap renovasi. Selain memamerkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam koleksi tersebut, Indonesia juga memanfaatkan inovasi maritim untuk memajukan bangsa. Contoh inovasi ini termasuk motor perahu, kapal listrik untuk nelayan, operator live-a-board, pusat riset bahari, energi terbarukan dari bentang perairan, serta instalasi kabel bawah laut.

Untuk mendukung penyebaran nilai-nilai budaya maritim, berbagai institusi pemerintah seperti Dirjend Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Kemen KKP, Kemenko Marvest, TNI AL, dan lembaga terkait lainnya menayangkan berbagai fotografi dan videografi kebudayaan Nusantara kelautan. Tayangan ini dapat diakses melalui media luar ruang, media elektronik di ruang publik, serta jaringan internet untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.

Selain itu, miniatur ekosistem perairan dalam bentuk akuarium juga berperan penting. Akuarium ini tidak hanya memberikan estetika tetapi juga memiliki nilai ekonomis dan edukasi, serta menjadi perspektif baru tentang sumber daya pangan seperti protein dan vitamin.

Swarnasamudra Conference

Konferensi Swarnasamudra bertujuan untuk merangsang perubahan pola pikir tentang Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Budaya dipandang sebagai agen perubahan pola pikir, di mana Indonesia merupakan negara dengan ribuan pulau besar dan kecil serta perairan sungai dan laut yang saling terhubung.

Perubahan mindset kebijakan menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia diharapkan dapat didengar oleh para perencana pembangunan. Kelompok identitas, etnis, dan bangsa-bangsa yang tinggal di dalamnya perlu berpartisipasi sebagai subjek pembangunan bangsa modern di masa depan. Para ilmuwan juga diharapkan berbagi wawasan untuk mengintegrasikan ruang “Tanah dan Air” menjadi kesatuan yang mendukung pengambilan kebijakan Indonesia, bukan sebagai ruang yang terpisah dari manusia dengan perilaku, tradisi, dan budaya yang pernah membentuk peradaban dunia.

Perspektif Collaborative Governance dan Agile Governance di ekoregion Nusantara diterapkan sebagai praktik bangsa modern yang bertata nilai. Hal ini untuk merayakan penghidupan manusia, tanah, dan air Indonesia dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme. Ini semua dilakukan dalam menghadapi realita kompleksitas, ketidakstabilan, dan ketidakpastian yang dapat berupa masalah sederhana hingga masalah kompleks dan super kompleks.

Konten Terkait

Back to top button