Berita

Peringati Hari Sumpah Pemuda, DML soroti masalah lingkungan bersama Prof Emil Salim

Dana Mitra Lingkungan (DML) menggelar acara peringatan 40 tahun berdirinya DML yang dihadiri para  pendiri, pembina, pengawas, pengurus, dan mitra kerja selama perjalanan empat dasa warsa DML.

Acara yang bertajuk “Perjalanan Panjang Selembar Daun Sirih” ini dihadiri oleh Prof Emil Salim dan Ir. Erna Witoelar selaku Pendiri Yayasan DML, Rachmad Gobel (Wakil Ketua DPR) mewakili keluarga para pendiri DML, Agustanzil Sjahroezah selaku Ketua Pembina DML, dan Nina Meilina selaku Ketua Pengurus DML.

Dalam sambutannya Prof Emil Salim selaku salah satu pendiri yang juga  mantan menteri lingkungan hidup era orde baru menyatakan, ancaman terbesar yang dihadapi di era 100 tahun kemerdekaan Indonesia adalah naiknya permukaan air laut, akibat emisi karbon.

“Tahun 2045 seratus tahun RI harus dipertahankan agar tetap ada dari sabang Merauke, kenaikan permukaan air laut harus kita hadapi.” ujarnya.

“Jika terus konsisten membangun penyerapan karbon , ancaman menjadi berkurang, tanah air terselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Pengurus DML, Nina Meilina mengungkapkan Dana Mitra Lingkungan (DML) berdiri pada tahun 1983, saat yang kritis dalam lini masa isu lingkungan hidup di Indonesia. Pada tahun itu,  pengelolaan lingkungan hidup dan kependudukan disatukan dibawah Kementerian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kemeneg LH),

Pada awalnya, DML menghimpun tokoh pengusaha strategis, bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, merintis berbagai program pelestarian lingkungan hidup di Indonesia, yang kemudian turut menumbuhkan inisiatif lain. Dengan demikian, kolaborasi telah menjadi bagian dari perjalanan panjang DML sejak awal.

“Memasuki usia 40 tahun, DML telah melakukan refleksi dan menyusun rencana strategis sebagai penentu arah program DML 10 tahun ke depan. Dari sepuluh masalah lingkungan hidup terbesar di Indonesia, DML memberikan perhatian besar kepada masalah sampah dan perubahan iklim, khususnya isu karbon. DML tetap berusaha menemukan dan merangkul para perintis, mitra lingkungan di berbagai isu,” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR,  Diana Kusumastuti, yang menyoroti perubahan iklim dan pencemaran udara di Indonesia diantaranya ada 30 titik kebakaran TPA.

Turut hadir beberapa mitra kerja DML lainnya yakni Direktur Pertamina Foundations, Yulius Bulo dan  Direktur Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, serta perwakilan berbagai perusahaan, industri dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki keperdulian tinggi terhadap lingkungan hidup.

sumber:
Peringati Hari Sumpah Pemuda, DML soroti masalah lingkungan bersama Prof Emil Salim (elshinta.com)

Konten Terkait

Back to top button