Berita

Perlu Kolaborasi Selesaikan Masalah Lingkungan Hidup di Indonesia

Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML) menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi fokus utama di Indonesia. Pada peringatan 40 tahunnya yang bertajuk “Perjalanan Panjang Selembar Daun Sirih”, Ketua DML, Nina Meilina, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah lingkungan, terutama terkait dengan masalah sampah dan perubahan iklim, terutama isu karbon.

Dalam sambutannya, Nina Meilina menyatakan bahwa DML berkomitmen untuk terus menjadi penghubung antara pemerintah, industri, masyarakat, dan LSM untuk menyelesaikan tantangan lingkungan. DML berusaha menjalin kemitraan yang sinergis dengan semua pihak untuk menciptakan Centre of Excellence dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Profesor Emil Salim, seorang tokoh ekonom dan lingkungan hidup, yang juga turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya pembangunan yang sejalan dengan kelestarian lingkungan dan kemanusiaan sebagai kunci dalam menangani masalah lingkungan.

DML, yang berdiri sejak tahun 1983, telah memainkan peran penting dalam menggalang kolaborasi antara sektor bisnis, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk melindungi lingkungan hidup. Selama empat dekade keberadaannya, DML telah merintis berbagai program pelestarian lingkungan di Indonesia, serta mengembangkan inisiatif lainnya.

Dalam perayaan 40 tahunnya, DML juga memberikan penghargaan kepada pendirinya dan meluncurkan dua buku: “40 tahun Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML), Perjalanan Panjang Selembar Daun Sirih” dan “Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS)” sebagai wujud apresiasi dan kontribusi terhadap upaya perlindungan lingkungan.

Sumber:
DML Sebut Perlu Kolaborasi Selesaikan Masalah Lingkungan Hidup di Indonesia (sindonews.com)

Konten Terkait

Back to top button