Praktik Baik

Praktik Keberlanjutan DBS Indonesia: Obligasi Hijau hingga Pengurangan Energi

Bank DBS Indonesia merilis Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) 2023 dengan tema “Building A Sustainable Advantage”. Laporan ini menegaskan komitmen bank dalam menjaga keseimbangan antara faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam operasi bisnisnya. Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menekankan pentingnya laporan keberlanjutan untuk transparansi, akuntabilitas, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST atau ESG).

Komitmen Terhadap Masa Depan Berkelanjutan

Lim Chu Chong menyatakan bahwa langkah-langkah konkret yang dicatat dalam Sustainability Report diharapkan menjadi acuan bagi pelaku industri serupa dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 51/POJK.03/2017 yang menggarisbawahi pentingnya implementasi keuangan berkelanjutan.

Lima Langkah Nyata Bank DBS Indonesia di Tahun 2023

  1. Pendanaan Rp 6,1 Triliun untuk Transisi Hijau: Sepanjang tahun 2023, Bank DBS Indonesia menyalurkan dana sebesar Rp 6,1 triliun untuk mendanai berbagai proyek hijau dan berkelanjutan di berbagai sektor seperti otomotif, pangan dan pertanian, minyak dan gas, serta energi. Lebih dari 30 persen dari dana ini dialokasikan untuk proyek energi terbarukan dan lebih dari 40 persen untuk pembangunan bangunan hijau dengan standar keberlanjutan.
  2. Fitur LiveBetter untuk Nasabah Ritel: Fitur ini telah menarik lebih dari 59.000 nasabah dan lebih dari Rp 43 miliar investasi hijau dalam waktu 6 bulan sejak diluncurkan pada Juli 2023. Ini menunjukkan peningkatan kesadaran nasabah tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
  3. Tabungan Green Savings: Bank DBS Indonesia membukukan lebih dari 5.400 nasabah dengan saldo mencapai Rp 134,82 miliar dalam produk tabungan ini.
  4. Investasi Berbasis LST: Produk investasi ini menarik minat investor dengan total penempatan dana sebesar SGD 91,4 juta (sekitar lebih dari Rp 1 triliun) untuk Reksa Dana LST dan SGD 95,6 juta (setara Rp 1,1 triliun) untuk obligasi hijau.
  5. Kemitraan Peminjaman Ekosistem: Bank DBS Indonesia mendukung nasabah ritel berpenghasilan rendah melalui kemitraan ini, dengan saldo pinjaman sebesar Rp 3.354 miliar per Desember 2023.

Mendukung Peraturan dan Pembangunan Nasional

Langkah-langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bank DBS Indonesia dalam mengikuti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Melalui praktik keberlanjutan ini, Bank DBS Indonesia berusaha memperluas dampak positifnya terhadap lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Lim Chu Chong berharap bahwa langkah-langkah ini dapat menginspirasi pelaku industri lainnya untuk menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Konten Terkait

Back to top button